Bima Arya Sentil Kepala Daerah, Target Ekonomi 8 Persen Bisa Ambyar Jika Cuma Andalkan Belanja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Dalam Negeri menilai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak akan tercapai tanpa kontribusi pertumbuhan ekonomi di daerah. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menekankan agar kepala daerah tidak hanya mengandalkan belanja pemerintah sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi dari produksi hingga penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, kepala daerah perlu memahami indikator pembangunan seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk mengambil kebijakan yang tepat. Kemendagri akan membantu pemerintah daerah menerjemahkan indikator tersebut ke dalam kebijakan yang sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
Bima juga memberikan catatan khusus terkait pembangunan Kota Batam. Pertumbuhan ekonomi yang cepat di Batam perlu diimbangi dengan penguatan layanan dasar dan infrastruktur, seperti penyediaan air bersih, transportasi publik, penanganan kemacetan, dan pengelolaan sampah. Selain itu, arus migrasi penduduk yang tinggi ke Batam perlu dikelola dengan baik melalui penataan ruang berbasis Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Pembangunan fisik dan modernisasi Batam juga perlu memperhatikan identitas kebudayaan lokal agar tidak terpinggirkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 14.09
Purbaya minta pemda tidak terlalu banyak simpan uang di bank
JawaPos · 14 September 2026 pukul 13.45
Kemenkeu Tawarkan Skema Pinjaman PT SMI untuk Pemda di Tengah Penyesuaian DBH
Berita terkait
Bima Arya Minta Kepala Daerah Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Detik.com · 11 September 2026 pukul 20.54
James Riady: Indonesia Bukan Kekurangan Destinasi Wisata, tetapi Perlu Konversi Potensi Jadi Ekonomi
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 17.50
Gelontorkan Rp 100 Juta per Titik, Pemkab Bantul Garap Infrastruktur Padat Karya
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 00.45
Infrastruktur Tol Buka Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru di Berbagai Koridor
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 20.57