BKPM: Investasi Hijau Indonesia Tembus Rp 1.010 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9360676/original/038226800_1790660954-IMG_7417.jpg)
Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun dengan pertumbuhan 7,2% YoY, mencapai 49,5% dari target tahunan Rp 2,041,3 triliun. Investasi hilirisasi mencapai Rp 300,1 triliun dengan 75,7% berada di luar Jawa, menunjukkan ekspansi ekonomi ke daerah non-Jawa. Pemerintah berfokus mengarahkan investasi ke sektor rendah karbon, bernilai tambah tinggi, dan produktif. BKPM memetakan 28 komoditas strategis dalam 8 sektor utama untuk pengembangan hilirisasi rendah karbon dengan proyeksi lebih dari 3 juta lapangan kerja baru hingga 2040. Investasi transisi energi global mencapai US$ 2,3 triliun pada 2025, dengan fokus pada transportasi terelektrifikasi, energi terbarukan, dan jaringan listrik. Indonesia memiliki potensi energi terbarukan 3.687 GW, namun hanya 16,3 GW yang telah dimanfaatkan pada 2026. RUPTL 2025-2034 memerlukan tambahan kapasitas 69,5 GW, membuka peluang investasi Rp 2.133,7 triliun.
Bagikan
Berita terkait
Gubernur Mirza Dorong Lampung Jadi Pusat Pengembangan Bioetanol Nasional
Detik.com · 15 September 2026 pukul 12.12
Energi yang Menghidupkan Desa: Kisah Warga Bondan Mengubah Cahaya Menjadi Harapan
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 09.00
Investasi Hijau Terganjal Kuota PLN, Industri Terpaksa 'Antre' Pasang PLTS Atap
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 19.43
PTBA Bidik Bisnis Baru Hilirisasi Batu Bara, Tak Cuma DME!
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 11.25