Investasi Hijau Terganjal Kuota PLN, Industri Terpaksa 'Antre' Pasang PLTS Atap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sektor industri manufaktur Indonesia mengalami kendala dalam mengadopsi PLTS Atap akibat pembatasan kuota oleh PLN. Hal ini menyebabkan antrean panjang bagi perusahaan yang ingin beralih ke energi baru terbarukan (EBT), meskipun permintaan meningkat tajam demi memenuhi standar rantai pasok global dan instruksi kantor pusat perusahaan multinasional.
Hambatan administratif diperparah oleh perubahan mekanisme pengajuan yang kini hanya tersedia dua kali setahun berdasarkan kuota. Keterbatasan ini dinilai kontradiktif dengan ambisi industri hijau pemerintah dan berisiko menghambat investasi asing yang memiliki standar ESG ketat, karena dekarbonisasi kini menjadi syarat utama daya saing global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 18.19
Ahli Panas Bumi Sebut Eksplorasi PLTP Gunung Ungaran Layak Dilanjutkan
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.12
PLN Pastikan Jaga Listrik Industri 24 Jam Demi Amankan Kualitas Ekspor
Berita terkait
Penolakan PLN terhadap Power Wheeling Bikin RUU EBET Tersendat
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 12.55
Perpres PLTS 100 GWp Disiapkan, Atur Peran PLN-Danantara hingga Swasta
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 20.30
Monopoli PLN Disorot, Legislator Usul RI Bentuk Dua BUMN Kelistrikan
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 18.00
Lebih dari Sekadar Terang, PLTS PLN Membawa Harapan Baru ke Pulau Rengit Belitung
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 15.07