Bocoran Istana: Sawit hingga Nikel Bakal Masuk Bursa Mineral
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia berencana membentuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang ditargetkan mulai beroperasi resmi pada 1 Januari 2027. Rencana pembentukan bursa yang dibesut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Beberapa komoditas unggulan nasional seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO), nikel, hingga batu bara tengah dipertimbangkan untuk masuk ke dalam bursa yang direncanakan bernama Indonesia Commodity Exchange (Icomex).
Untuk mendukung operasional bursa tersebut, OJK sedang mempercepat penyusunan regulasi turunan dari revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan bahwa Peraturan OJK (POJK) terkait penyelenggaraan dan pentahapan perdagangan ditargetkan rampung paling lambat 17 September 2026 setelah mendapat persetujuan DPR RI.
Pembentukan BMKS ditujukan agar Indonesia memiliki instrumen pembentukan harga acuan (price discovery) komoditas mandiri di dalam negeri. Kehadiran bursa ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi pasar serta mencegah praktik perdagangan merugikan seperti transfer pricing dan under-invoicing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 11.10
Profil Sarjito, Calon Tunggal Bos OJK yang Ngurusin Bursa Mineral
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 08.42
Harga Komoditas: Batu Bara Naik 0,83 Persen, Timah Turun 1,71 Persen
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 08.49
Harga Komoditas: Batu Bara, CPO, dan Nikel Naik, Timah Turun
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 17.30
Profil M Sarjito, Mantan Kabiro Investigasi yang Jadi Calon Tunggal Kepala Bursa Mineral
Berita terkait
Video: Bursa Mineral Meluncur 2027, Pengusaha Nikel Nantikan 2 Hal Ini
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.28
Harga Komoditas Hari Ini: CPO, Batu Bara, Nikel dan Timah Kompak Menguat
kumparan · 25 September 2026 pukul 08.45
Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara hingga Nikel Turun
kumparan · 24 September 2026 pukul 10.03
Harga Komoditas: Batu Bara, Nikel, hingga CPO Kompak Melemah
kumparan · 14 September 2026 pukul 08.46