Bos BEI Ungkap Alasan Investor Tak Perlu Terlalu Khawatir dengan Aksi Massa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengimbau investor agar tidak terlalu khawatir dengan aksi massa yang terjadi belakangan. Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik, sehingga keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis fundamental dan profil risiko masing-masing, bukan hanya mengikuti sentimen jangka pendek. BEI juga menekankan bahwa kinerja kebanyakan emiten yang tercatat di bursa masih menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba meski berada di tengah dinamika pasar yang tidak stabil.
Pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 13,97 poin atau 0,21% ke level 6.535,72. Mayoritas saham juga ditutup di zona hijau, dengan 252 saham menguat, 57 melemah, dan 301 stagnan. Namun, Phintraco Sekuritas memperkirakan ruang penguatan IHSG masih terbatas, sehingga kemungkinan akan bergerak sideways di kisaran 6.450 hingga 6.580 dalam beberapa waktu mendatang.
BEI juga mengingatkan bahwa beberapa faktor sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri, masih perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi arah perdagangan pasar saham secara jangka pendek. Meskipun demikian, pesan utama BEI tetap: investor disarankan tetap fokus pada nilai intrinsik dan kinerja fundamental perusahaan saat membuat keputusan investasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 14.30
BEI Luncurkan Saham Hijau, 3 Emiten Perdana Masuk Daftar
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 14.15
IHSG Sesi I Ditutup Menguat ke 6.450 di Tengah Isu Demo DPR, Ini Kata Analis
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.57
Demo Besar di Gedung DPR, IHSG Dibuka Melemah Pada 27 Agustus 2026
Berita terkait
BEI Minta Investor Tak Panik Usai Gubernur BI Mundur
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 14.52
IHSG Menguat 1,81% ke 6.521,75, Pasar Tetap Positif di Tengah Aksi Demo
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 16.40
BEI Pantau Ketat Saham Emiten Ini Usai Harga Naik Turun Signifikan
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 08.55
Saham-saham Bank Big Caps Kompak Ambruk, IHSG Ikut Tertekan
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 17.22