Bos Danantara Ungkap Alasan Tempatkan PFII di Jakarta dan Bali
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia, melalui Presiden Prabowo Subianto, mengumumkan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang akan berlokasi di Jakarta dan Bali. PFII dirancang sebagai pusat keuangan, investasi, teknologi finansial, arbitrase, dan penyelesaian sengketa komersial berstandar internasional. Tujuannya adalah menarik modal global dan memperkuat posisi kedua kota sebagai pusat jasa keuangan internasional. Kawasan ini akan mencakup berbagai sektor keuangan modern seperti perbankan, asuransi, pasar modal, derivatif, bursa karbon, fintech, keuangan syariah, hingga manajemen investasi.
CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa Danantara hanya terlibat dalam tahap pembangunan infrastruktur gedung dan sarana PFII. Ia menekankan pentingnya kepercayaan investor, yang telah menunjukkan respons positif dalam pertemuan yang dilakukan di Bali. Investor ingin melihat struktur PFII sesuai standar internasional agar kepercayaan terjalin dengan baik.
Untuk mendukung operasionalnya, pemerintah menyiapkan struktur kelembagaan khusus termasuk Dewan Pertimbangan, Dewan PFII, Lembaga Pengelola, Lembaga Pengawas, Pengadilan PFII di bawah Mahkamah Agung, dan Lembaga Arbitrase PFII. Pemerintah juga akan menerapkan standar internasional seperti penggunaan Bahasa Inggris dalam kontrak, prinsip hukum komersial, dan hakim ad hoc dari para ahli hukum terbaik Indonesia dan internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 17.44
Prabowo Beberkan Lokasi dan Struktur Kelembagaan Pusat Finansial Internasional Indonesia
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 20.51
Akademisi Dukung Rencana Presiden Prabowo Beri Bintang Kehormatan untuk Pimpinan Danantara
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 14.57
Mensesneg: Wacana Amnesti Petinggi BUMN untuk Benahi Tata Kelola •
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 10.00
Rosan Sudah Temui Calon Investor PFII dari Asia, Masih Incar yang Lain
Berita terkait
KPK Respons Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN yang Diusulkan Prabowo
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 15.08
Sinyal Kuat Prabowo Mau Bangun Giant Sea Wall
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 06.55
Kontribusi Dividen BUMN 2026 Diprediksi Sentuh Rp 200 Triliun
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 23.48
Prabowo Puas dengan Kinerja Danantara dan Transformasi BUMN
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.01