Bos Oona Insurance Buka-bukaan Soal Risiko Asuransi Mobil Listrik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perkembangan pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia semakin pesat, sehingga banyak perusahaan asuransi mulai masuk ke pasar ini, termasuk Oona Insurance Indonesia. Menurut President Director & CEO Oona Insurance Indonesia, Vincent Soegianto, potensi pasar EV cukup besar, namun ada tantangan terkait risiko dan loss ratio yang lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional. Hal ini membuat banyak perusahaha asuransi masih ragu untuk mengambil risiko EV.
Oona Insurance hadir sebagai salah satu perusahaan asuransi yang lebih awal berhadapan dengan risiko di segmen kendaraan listrik. Namun, data historis mengenai kendaraan listrik masih relatif pendek dan belum sepenuhnya kondusif secara komersial, sehingga perusahaan perlu lebih hati-hati dalam menyusun strategi underwriting dan penetapan harga premi.
Kondisi ini berdampak langsung pada perusahaan multifinance, karena jika perusahaan asuransi tidak ingin menanggung risiko kendaraan listrik, perusahaan pembiayaan akan kesulitan mendapatkan perlindungan untuk aset yang mereka biayai. Oleh karena itu, Vincent menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antar-pelaku industri untuk menjaga pertumbuhan ekosistem otomotif, multifinance, dan asuransi.
Bagikan
Berita terkait
AI Mulai Bikin Biaya Kesehatan Membengkak, Kok Bisa?
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.01
Insentif Motor Listrik Sudah Diketok, Realisasi Masih Tunggu PMK
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 19.22
Tanpa Regulasi, Bill Gates Peringatkan Risiko AI hanya untuk Orang Kaya
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 18.42
Kendaraan Listrik Makin Populer, Asuransi Astra Lakukan Ini Buat Rebut Pasar
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 22.22