Bos SMRC Sebut Golkar Akan Mengusung Dedi Mulyadi di Pilpres, Bukan Keturunan Jokowi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Survei SMRC Juli 2026 menunjukkan perubahan drastis dalam peta wacana politik Pilpres 2029. Presiden Prabowo tidak lagi dominan, terbuka lebar persaingan di tingkat elite. Prof. Saiful Mujani menilai hasilnya tergantung pada ambang batas pencalonan yang ditentukan DPR dan MK. Tiga variabel utama: hubungan antar-partai, kekuatan elektoral partai, dan daya tarik figur calon. Prediksi 5-6 poros kekuatan: Gerindra dukung Prabowo, Golkar siapkan Dedi Mulyadi, PDI Perjuangan pilih Ganjar atau Pramono, NasDem possikan Anies, Demokrat kuatkan AHY, PSI pegang Gibran dan Jokowi. KDM unik karena mampu menarik pemilih lintas partai, sementara Prabowo cenderung memecah. Dinamika ini menjadi medan tarung konsolidasi kekuatan menuju 2029.
Bagikan
Berita terkait
Maju Pilpres 2029, Ada 'Karpet Merah' untuk Dedi Mulyadi dari Solo
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.40
AHY dan Jokowi Tengah Mengintip Prabowo: Keduanya Masih Panaskan Mesin, Belum Saatnya Bermusuhan
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 11.45
Prabowo-Pramono di 2029? Pakar Beberkan Skenario Besar Jokowi dan Megawati
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 10.30
Skenario Mengejutkan 2029: Gibran Mundur, Kader PDIP Jadi Cawapres Prabowo
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 10.10