BP BUMN Ingin Perhutani Ganti Rp1,5 Triliun Bisnis Kayu dengan Carbon Trading
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BP BUMN mendorong Perum Perhutani mengembangkan perdagangan karbon sebagai sumber pendapatan baru untuk mengimbangi bisnis pemanfaatan kayu. Perhutani saat ini mendapatkan pendapatan sekitar Rp1,5 triliun per tahun dari penebangan hutan. Direktur BP BUMN Muhammad Khoerur Roziqin menyatakan, jika Perhutani dapat beralih ke carbon trading, pendapatan dari penebangan hutan bisa tergantikan oleh pendapatan dari perdagangan karbon. China contoh negara yang mampu meraup Rp50 triliun per tahun dari carbon trading. Perhutani telah membentuk Carbon Project Management Office (PMO) dan mulai memasuki bisnis perdagangan karbon melalui anak usahanya, Inhutani I. Perusahaan juga membuka peluang pengembangan bisnis di luar Pulau Jawa, khususnya Sumatera dan Kalimantan. Namun, hingga saat ini belum ada transaksi dari perdagangan karbon karena masih menunggu regulasi dan kesiapan pasar.
Bagikan
Berita terkait
Digitalisasi Layanan Kehutanan Dikebut Demi Pangkas Birokrasi
Detik.com · 26 Juli 2026 pukul 17.34
Temui Presiden Prabowo, TVS Siap Perluas Investasi dan Kembangkan Motor Listrik serta Etanol di Indonesia
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 23.25
Investasi Rp2,8 T, PSEL Bogor Raya 1 Olah 500 Ribu Ton Sampah Setahun
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 22.45
Dari Gadai hingga Emas, Ini Bisnis Penopang Kinerja Pegadaian
Detik.com · 17 September 2026 pukul 22.30