BPOM dan Novo Nordisk Ingatkan Bahaya Obat Pelangsing Abal-abal untuk Obesitas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPOM dan Novo Nordisk Indonesia mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan obat pelangsing abal-abal yang menjanjikan hasil instan. Obesitas adalah penyakit kronis dengan penyebab kompleks yang memerlukan pendekatan ilmiah dan konsultasi dengan tenaga kesehatan. Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan pentingnya verifikasi produk melalui prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) dan waspada terhadap promosi obat penurun berat badan melalui media sosial yang sering mengandung klaim berlebihan. Novo Nordisk menyatakan bahwa penanganan obesitas tidak hanya mengandalkan obat, melainkan modifikasi gaya hidup sebagai pilar utama terapi, dengan terapi farmakologi dan operasi bariatrik diberikan sesuai kondisi klinis pasien. Dokter spesialis gizi juga memperingatkan agar tidak menjalani diet ekstrem seperti makan hanya sekali sehari atau menghilangkan karbohidrat, karena berisiko mengganggu keseimbangan gizi tubuh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.17
Penanganan Obesitas Butuh Proses, BPOM dan Novo Nordisk Ingatkan Bahaya Obat Abal-abal
Berita terkait
Obesitas Jadi Pasar Menggiurkan, BPOM-Novo Nordisk Ingatkan Bahaya Pelangsing Instan
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 17.20
Intelijen Korsel Bocorkan Kondisi Kesehatan Kim Jong Un, Bobot Tubuh Melonjak Tembus 140 Kg!
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 07.36
Info Intel Korsel Ungkap Perkara Berat Badan Kim Jong Un
Detik.com · 30 September 2026 pukul 20.10
Intelijen Ungkap Kim Jong Un Obesitas Parah, Berat Badan 140 Kg Lebih
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 13.35