BPS Blak-blakan soal DTSEN: Tak Ada Data Sosial yang Bisa Akurat 100%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa data sosial tidak mungkin mencapai akurasi 100 persen karena kondisi masyarakat terus berubah. Perubahan seperti kelahiran, kematian, dan perubahan pekerjaan membuat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) harus terus dimutakhirkan. Menurutnya, sistem desil dan formulasi DTSEN tidak salah; perubahan posisi masyarakat merupakan bagian dari proses penyempurnaan data. Pemerintah juga sedang mengintegrasikan data yang tersebar di berbagai kementerian sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025. BPS membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan perubahan kondisi yang belum tercatat agar pemutakhiran data dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 9 September 2026 pukul 07.45
BPS Ungkap DTSEN Bukan Daftar Penerima Bantuan Sosial
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 23.16
Anaknya Masuk Desil 7, Purbaya Siap Uji Ulang Sampel Data BPS
Berita terkait
Desil Tinggi Tak Otomatis Coret Penerima Bansos, Ini Penjelasannya
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 06.55
BPS Respons Tukang Becak Kulon Progo Masuk Desil 9: Kini Jadi Desil 3
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 18.31
Terbaru! Data 290 Juta Warga RI Sudah Masuk DTSEN
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 07.25
Demi Bansos Tepat Sasaran, DTSEN Update 3 Bulan Sekali!
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 19.50