BRI Jaga Kualitas Aset, Pertumbuhan Selektif dan Prinsip Kehati-hatian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjaga keseimbangan pertumbuhan bisnis dan kualitas aset melalui prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang disiplin. Hingga akhir Triwulan II 2026, penyaluran kredit BRI tumbuh 16,2% YoY lebih tinggi dari industri perbankan, sambil memperbaiki indikator kualitas aset. Rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3,0% menjadi 2,9%, Loan at Risk (LaR) menjadi 9,1% dari 9,6%, dan Cost of Credit (CoC) turun menjadi 3,1% dari 3,4%. BRI menerapkan strategi selective growth dengan fokus pada segmen berprofil risiko terukur, penguatan early warning system, serta optimalisasi collection dan recovery. Jaringan luas dan basis nasabah terdiversifikasi memungkinkan portofolio kredit yang sehat, termasuk core business UMKM yang menjadi fondasi pertumbuhan BRI.
Bagikan
Berita terkait
Kredit BBRI Ngebut Naik 16,2%, Analis Sebut Target Bisa Dikerek Naik
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.23
JPMorgan: Kinerja BBRI Lampaui Ekspektasi, Harga Saham Diprediksi Naik
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 13.00
Kabar Baik dari Kredit Mikro BBRI, Analis Beberkan Buktinya
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 14.45
BRI Tumbuh Bersama UMKM, Kredit Rp1.235 Triliun Mengalir untuk Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
VOI · 1 September 2026 pukul 18.38