BRI Pastikan Likuiditas Terjaga di Tengah Kondisi Industri yang Ketat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311524/original/034808100_1754886540-WhatsApp_Image_2025-08-11_at_10.47.11__1_.jpeg)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memastikan likuiditas perseroan tetap terjaga di awal semester II 2026 meskipun kondisi likuiditas industri perbankan masih menjadi perhatian. Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari, menyatakan bahwa perseroan menjaga likuiditas dengan menyelaraskan pertumbuhan kredit dan kemampuan menghimpun dana. Pada kuartal II 2026, Loan to Deposit Ratio (LDR) industri perbankan mencapai 88,3%, sementara LDR BRI berada pada 90,8%, menunjukkan likuiditas perbankan nasional masih pada level memadai. BRI memperkuat likuiditas melalui peningkatan dana murah atau CASA dan mengandalkan anchor client untuk memperkuat basis pendanaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 12.35
Hery Gunardi Bongkar Jurus Baru BRI, Ada Dua Agenda Utama
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 12.23
BRI: Kredit UMKM Rp1.235,4 T per Juni, tetap dominan dalam portofolio
Berita terkait
Kredit BNI Nyaris Rp 1.000 Triliun, Tumbuh 24,4% Semester 1 2026
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 14.55
Insentif KLM Tak Otomatis Bikin Bunga Kredit Turun, ini Alasannya
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 20.00
BTN Cetak Laba Rp 2,51 Triliun per Juli 2026, Naik 39,8% Yoy
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 10.55
BRI rilis BRImo Taiwan untuk permudah akses keuangan diaspora
ANTARA News · 23 Agustus 2026 pukul 19.57