Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Insentif KLM Tak Otomatis Bikin Bunga Kredit Turun, ini Alasannya

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI), Alexander Lubis, menjelaskan bahwa pemberian insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada perbankan tidak otomatis berdampak pada penurunan suku bunga kredit secara langsung. Menurutnya, besaran insentif yang diterima bank tidak dapat dikonversikan secara langsung menjadi penurunan bunga kredit dalam jumlah basis poin tertentu. KLM memang ditujukan untuk memastikan perbankan tidak mengalami kendala likuiditas dalam menyalurkan kredit, bukan untuk menekan suku bunga secara langsung.

Alexander menambahkan, dampak KLM terhadap suku bunga kredit sulit dihitung karena sumber dana bank berasal dari berbagai sumber dan tercampur dalam neraca bank. Tambahan likuiditas melalui KLM tidak serta-merta digunakan seluruhnya untuk menurunkan harga kredit. Bank tetap melakukan pengelolaan dana sesuai kebutuannya. Faktor penetapan suku bunga kredit meliputi profil risiko calon debitur, biaya operasional bank, dan margin keuntungan yang diinginkan.

Meskipun demikian, BI terus mendorong efisiensi perbankan melalui digitalisasi untuk menekan biaya operasional. KLM tetap digunakan untuk memastikan pasokan kredit tidak menjadi hambatan pertumbuhan ekonomi. BI juga mulai menguatkan sisi permintaan agar fasilitas pembiayaan benar-benar dimanfaatkan oleh dunia usaha, termasuk melalui business matching antara perbankan, korporasi, dan pelaku UMKM. Pertumbuhan kredit perbankan sejauhnya masih sesuai target, namun BI ingin mendorong pertumbuhan menuju level yang lebih optimal.

Berita terkait