Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

BRI Ungkap 3 Syarat UMKM RI Bisa Tembus Pasar Ekspor

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengungkapkan tiga syarat agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat menembus pasar ekspor. Pertama, UMKM harus memiliki kapasitas usaha dan kualitas produksi yang memadai, dengan dukungan modal dari perbankan untuk meningkatkan produktivitas. Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris, menyampaikan hal ini dalam Indonesia Economic Forum 2026: The Future of Indonesia's Exports. Menurutnya, semakin baik faktor produksi yang dimiliki UMKM, semakin besar peluang produknya diterima di pasar internasional. BRI menyalurkan hampir 65 persen pembiayaan UMKM secara tahunan untuk mendukung sektor ini.

Kedua, UMKM perlu meningkatkan literasi keuangan. Alexander menekankan bahwa ekspor tidak hanya melibatkan penjualan barang, tetapi juga menuntut transparansi keuangan dari produsen. Hal ini termasuk kemampuan menjelaskan proses produksi, keuangan, dan sumber modal kepada pembeli asing. Untuk itu, BRI tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan edukasi melalui program seperti Klasterku (44 ribu klaster), Desa BRILiaN (5.700 desa), dan LinkUMKM (17,3 juta UMKM).

Ketiga, UMKM harus memiliki akses bisnis ke pasar luar negeri. Alexander menjelaskan bahwa modal, kapasitas produksi, dan pengelolaan keuangan yang baik belum cukup jika tidak ada akses ke calon pembeli atau pasar ekspor. BRI membuka akses ini melalui BRI UMKM Expo, yang pada edisi terakhir mencatat transaksi sebesar US$90,6 juta. Selain itu, BRI mengembangkan konsep One BRI Solution untuk menghubungkan nasabah UMKM dengan ekosistem bisnis perusahaan, termasuk nasabah korporasi dan komersial yang berpotensi membuka akses pasar.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait