Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Broadcom Raup Rp278 Triliun dari Chip AI, Pendapatan Naik 221%

Broadcom mencatatkan pendapatan sebesar US$29,59 miliar pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026, naik 86% secara tahunan. Dari total pendapatan tersebut, US$16,7 miliar berasal dari bisnis semikonduktor AI, melonjak 221% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong kuatnya permintaan terhadap custom AI accelerator dan produk networking untuk membangun infrastruktur AI. Laba bersih perusahaan juga melonjak 216% mencapai US$13,09 miliar. CEO Hock Tan menekankan bahwa kinerja ini mencerminkan kuatnya permintaan pada produk semikonduktor yang digunakan dalam pengembangan infrastruktur AI global.

Broadcom memproyeksikan pendapatan semikonduktor AI mencapai sekitar US$21,7 miliar pada kuartal keempat tahun fiskal 2026, naik 236% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika tercapai, proyeksi ini setara dengan Rp361 triliun. Pendekatan Broadcom berbeda dengan menyediakan custom accelerator atau ASIC yang dirancang khusus sesuai kebutuhan perusahaan teknologi besar, serta teknologi networking untuk pusat data AI. Custom accelerator ini berbeda dengan GPU serbaguna seperti Nvidia H100 dan lini Blackwell.

Meski kinerja bisnis AI tumbuh pesat, respons investor tidak sepenuhnya positif. Saham Broadcom turun lebih dari 3% dalam perdagangan setelah jam bursa. Penurunan ini sebagian dipengaruhi oleh proyeksi total pendapatan untuk kuartal berikutnya sebesar US$34,8 miliar, yang sedikit di bawah ekspektasi analis sekitar US$35,03 miliar. Namun, dari sisi bisnis AI, Broadcom tetap memproyeksikan pertumbuhan agresif di kuartal mendatang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait