Buka Suara soal Pembatasan Beli Pertalite, Purbaya Jamin Harga Tidak Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa rencana pembatasan pembelian Pertalite bertujuan agar subsidi BBM lebih tepat sasaran. Pemerintah telah mendapatkan mandat dari DPR untuk memastikan bantuan tersebut sampai kepada masyarakat yang memang membutuhkan. Purbaya juga memastikan bahwa harga Pertalite tidak akan naik meski kebijakan ini diterapkan.
Pembatasan pembelian akan dilaksanakan secara bertahap untuk menilai dampaknya terhadap perekonomian. Salah satu kelompok yang diusulkan untuk dibatasi adalah desil 10, yakni kelompok penduduk dengan tingkat kesejahteraan tertinggi menurut klasifikasi BPS. Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah akan mempelajari dampak jika desil 10 dilarang membeli Pertalite.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa langkah ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar BBM subsidi tidak lagi dinikmati oleh masyarakat berpendapatan tinggi. Menurutnya, saat ini masih ada warga desil 9 dan 10 yang mendapatkan subsidisi, padahal seharusnya hanya ditujukan untuk kelompok yang membutuhkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 08.35
Catat! Ini Golongan yang Bakal Kena Pembatasan Beli BBM Pertalite
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 20.19
Purbaya Umumkan Bakal Ada Pembatasan Pembelian Pertalite
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 16.37
Pembatasan Pembelian Pertalite Mulai Kapan? Ini Kata Purbaya
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.10
Apa Itu Desil 1 sampai 10? Ini Kriteria dan Cara Cek Lewat Link Resmi
Berita terkait
Airlangga Bocorkan Cara Batasi Pertalite, Jenis Kendaraan Jadi Penentu
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.11
Purbaya Mau Batasi Desil 10 Beli Pertalite, Caranya?
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 08.30
Pemerintah Bakal Batasi Pembelian BBM Subsidi, Desil 10 jadi Sasaran Awal
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 19.25
Purbaya Ungkap Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 10, Berlaku Beberapa Bulan Lagi
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.14