Bukan Cuma Fisik, Menteri PKP Bedah Kawasan Kumuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315659/original/030638000_1785848597-12710.jpg)
Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan penanganan kawasan kumuh harus dilakukan secara terpadu, tidak hanya memperbaiki fisik bangunan tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi warga. Contoh nyata diterapkan di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, dengan perbaikan 150 rumah, infrastruktur lingkungan, pengelolaan sampah, serta pendampingan UMKM melalui kolaborasi dengan sektor perbankan.
Menko Infrastruktur AHY menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor sangat krusial agar perbaikan rumah berjalan selaras dengan penyediaan air minum dan sanitasi. Pemerintah menargetkan penanganan 16 kawasan seluas 436 hektare di 16 provinsi pada 2026. Strategi ini bertujuan mengubah pola pembangunan parsial menjadi terintegrasi untuk mengurangi luas kawasan kumuh yang saat ini didominasi kategori ringan sebanyak 5.620 kawasan.
Bagikan
Berita terkait
AHY Pantau Kawasan Kumuh RI Pakai Sistem Ini, Warga Bisa Ikutan Lapor
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 14.45
RI Punya 7.000 Kawasan Kumuh, AHY: Alhamdulillah Turun Tapi Tipis
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.20
AHY Ubah Penanganan 7.000 Kawasan Kumuh Jadi Terpadu
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 11.33
Kementerian PKP Percepat Bedah Rumah 2026, Targetkan 400 Ribu Unit Terealisasi
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 23.37