Bukan Lagi InJourney, 34 Bandara Kini Dikelola Entitas Usaha GGRM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengalihkan pengelolaan 34 bandara ke PT Surya Dhoho Investama, anak usaha PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Perubahan ini mulai berlaku pada 25 September 2026, setelah berakhirnya perjanjian sebelumnya pada 31 Agustus 2026. PT Surya Dhoho Investama mendapatkan sertifikat resmi sebagai badan usaha bandar udara pada 19 September 2026. Pengelolaan dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah-badan usaha, dengan Direktur Jeneral Perhubungan Udara sebagai penanggung jawab proyek dan PT Surya Dhoho Investama sebagai pengelola. Hasil konsesi menjadi pendapatan negara, dan sanksi administratif dapat diterapkan jika terjadi pelanggaran.
34 bandara tersebar di seluruh Indonesia, termasuk 10 di Pulau Jawa seperti Adi Soemarmo (Boyolali), Jenderal Ahmad Yani (Semarang), Juanda (Sidoarjo), Husein Sastranegara (Bandung), Soekarno-Hatta (Tangerang), dan Halim Perdanakusuma (Jakarta). Di Pulau Sumatera terdapat 11 bandara, di Kalimantan empat bandara, di Sulawesi dua bandara, dan di wilayah timur Indonesia tujuh bandara seperti I Gusti Ngurah Rai (Bali), El Tari (Kupang), dan Frans Kaisiepo (Papua).
Bagikan
Berita terkait
Kerja Sama Angkasa Pura Berakhir, Entitas Usaha GGRM Kelola 1 Bandara
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 11.55
4 Bandara InJourney Raih Level 4 Airport Customer Experience Accreditation
Detik.com · 18 September 2026 pukul 15.30
4 Bandara InJourney Mulai Beroperasi Normal Setelah Kembali Buka
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 13.34
4 Bandara InJourney Mulai Beroperasi Normal
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 13.34