Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Menabung atau Investasi, Hal Ini Perlu Diperhatikan Fresh Graduate

Fresh graduate yang menerima gaji pertama sebaiknya tidak terfokus pada pertanyaan apakah lebih baik menabung atau menginvestasikan uangnya. Menurut Mike Rini Sutikno, Founder & CEO Mitra Rencana Edukasi (MRE), prioritas utama adalah membangun ketahanan finansial melalui dana darurat sebelum mempertimbangkan investasi jangka panjang. Hal ini karena fresh graduate biasanya belum memiliki simpanan dan rentan terhadap risiko keuangan tak terduga. Dana darurat disarankan disimpan pada instrumen yang mudah dicairkan dan rendah risiko seperti tabungan bank, deposito, atau reksa dana pasar uang. Mike memberi simulasi bagi fresh graduate dengan gaji Rp 3 juta yang menargetkan dana darurat setara tiga bulan gaji (Rp 9 juta). Dengan mengalokasikan 30% gaji (Rp 900.000) per bulan, target dapat tercapai dalam 10 bulan. Setelah separuh target terkumpul, sisa alokasi dapat mulai diarahkan ke investasi seperti cicil emas atau reksa dana saham. Mike menekankan bahwa angka 30% bukan aturan mutlak, terutama bagi fresh graduate yang menjadi bagian dari 'sandwich generation' dan harus menanggung biaya hidup keluarga. Konsistensi dalam menabung lebih penting daripada besaran persentase yang disisihkan. Selain itu, dana darurat tidak sebaiknya diletakkan pada instrumen berisiko tinggi seperti saham karena fluktuasi harganya bisa menyebabkan kehilangan nilai saat dibutuhkan mendadak.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait