Jakarta · Rabu, 7 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Soal Ijazah, Kepala Bakom Baru Minta Gibran Diganti: Ini Wapres Tidak Bekerja

Genap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan. Syahganda Nainggolan, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI dan pendiri Great Institute, mempertanyakan kontribusi Gibran dalam membantu tugas pemerintahan. Dalam wawancara di kanal YouTube Keren Cadas bersama pakar hukum tata negara Refly Harun pada 3 Oktober 2026, Syahganda menilai beban pemerintahan membutuhkan pembagian tugas yang jelas antara presiden dan wakil presiden. Ia membandingkan posisi Gibran dengan Jusuf Kalla dan Boediono saat mendampingi Presiden SBY, menyatakan bahwa Gibran tidak menunjukkan wibawa yang diperlukan untuk seorang wakil presiden.

Syahganda juga mengangkat sejumlah polemik yang menurutnya membebani Gibran, termasuk persoalan ijazah dan putusan konstitusi terkait pencalonannya. Ia menyatakan bahwa sudah seharusnya posisi wakil presiden diganti, menilai Gibran tidak lagi pantas menduduki jabatan tersebut. Jika terjadi pengunduran Gibran, Syahganda menjelaskan mekanisme pengisian melalui proses yang melibatkan Presiden dan MPR, dengan skenario Presiden mengajukan dua calon dan MPR memilihnya. Ia juga menyampaikan kemungkinan kompensasi politik bagi pihak yang kehilangan posisi, seperti memberikan tambahan kementrian.

Menurut Syahganda, pergantian wakil presiden seharusnya dilakukan untuk mendapatkan sosok yang mampu berbagi beban kerja dengan Prabowo. Ia berharap posisi tersebut diisi figur yang memiliki kapasitas untuk menjalankan tugas pemerintahan secara aktif dan dapat mengikuti agenda perubahan kebijaran ekonomi yang ingin digerakkan oleh Presiden Prabowo.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait