Bukannya Melawan, Anies dan PDIP Disebut Buka Jalan Gibran Jadi Presiden
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penulis mojokerto Hasyim Muhammad menilai sulitnya mencegah Gibran Rakabuming Raka maju sebagai presiden di Pilpres 2034. Menurutnya, setiap langkah politik Gibran mengikuti arahan Jokowi yang piawai dalam strategi politik. Ia menilai Jokowi memiliki modal kuat sebagai figur politik, bahkan bisa langsung melejit dari wali kota menjadi capres dan menang. Dengan dukungan dari Partai Gerindra dan Partai Golkar, serta koalisi yang solid, Jokowi diproyeksikan terus mendominasi politik nasional hingga 2034.
Hasyim juga mengkritik pendukung PDIP dan Anies Baswedan yang dinilai tidak solid. Ia menyoroti bahwa mereka lebih sibuk mengadu domba Prabowo-Jokowi ketimbang bersatu melawan ancaman dari kubu Jokowi. Jika tidak bersatu, menurutnya, sangat sulit melawan koalisi Jokowi yang didukung Gerindra dan Golkar.
Lebih lanjut, Hasyim menyatakan bahwa masuknya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Senayan hanyalah bonus bagi Jokowi. Ia menilai Gibran dan Kaesang masih jauh kemampuannya dibanding Jokowi, sehingga keduanya tak lebih dari "boneka" yang digunakan Jokowi dalam politik nasional. Jokowi sendiri menegaskan target PSI bukan hanya mengamankan kursi parlemen, tetapi meraih kemenangan di Pemilu 2029.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 09.40
PSI Tegaskan Budi Arie Bukan Bagian dari Partai, Minta Nama Partainya Tak Dikaitkan
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 15.46
Budi Arie Bicara 'Percepatan Sejarah' di Samping Jokowi, PSI: Ini Adu Domba
Berita terkait
Masuk PSI, Dedi Mulyadi Berpotensi Berpasangan dengan Gibran di 2029
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 19.40
Jokowi Disebut Sudah Siapkan Rencana Jika Prabowo Tidak Maju Capres 2029
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 15.45
Gerindra–Golkar Lebih Penting dari PSI bagi Jokowi
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 10.40
Tak Masalah Bagi Jokowi Jika PSI Gagal Masuk Senayan 2029
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 10.20