Bulog Serap 4 Juta Ton Gabah, Masih Ada 3 Bulan Kejar Target
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575411/original/070548600_1778047631-bgr6.jpg)
Perum Bulog telah menyelesaikan penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri sebesar 4 juta ton setara beras, sesuai target yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa capaian ini masih terus bertambah dan terus dilakukan hingga akhir tahun, meskipun target sudah mencapai 100 persen. Bulog tetap mendapat arahan dari Presiden untuk terus menyerap hasil petani, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang pengadaan dan pengelolaan gabah serta beras dalam negeri.
Penyerapan gabah dan beras ini tidak hanya untuk memenuhi target pengadaan, tetapi juga untuk menjaga ketersediaan cadangan pangan pemerintah dan memberikan kepastian pasar bagi petani. Dengan penyerapan yang terus berjalan, diharapkan hasil panen petani dapat terserap optimal sekaligus memperkuat stok beras yang dikelola pemerintah. Bulog menjadi salah satu pihak yang menjalankan kebijakan ini, dengan dukungan dari aturan Inpres yang mengatur pelaksanaan pengadaan dan pengelolaan gabah serta beras dalam negeri untuk periode 2026-2029.
Meskipun target pengadaan 2026 telah tercapai, Bulog akan terus mengoptimalkan penyerapan sesuai arahan pemerintah hingga akhir tahun. Upaya ini dilakukan untuk memastikan produksi petani mendapatkan pasar sekaligus menjaga kecukupan stok beras pemerintah dan keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pangan nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 25 September 2026 pukul 22.20
Penyerapan Beras Petani Capai 4 Juta Ton
Berita terkait
Amran Buka Kemungkinan Bulog Punya Cadangan Kedelai Pemerintah
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.07
Beras di Ritel Modern Kosong, Mendag Bilang Begini
Detik.com · 22 September 2026 pukul 15.26
Tunggu Surat Perintah Amran, Bos Bulog Siap Kelola Cadangan Kedelai RI
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 12.50
Usai Beras, Amran Umumkan Kabar Penting Soal Kedelai
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 11.25