BUMN Pengolah Peledak Dahana Dibidik Untung Rp 2 Triliun pada 2030
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327219/original/035331600_1787063003-1000413133.jpg)
Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, memerintahkan PT Dahana, BUMN pengolah bahan peledak, untuk melakukan ekspansi bisnis dengan target laba Rp 2 triliun pada tahun 2030, naik dari laba saat ini sekitar Rp 500 miliar. Rencana ekspansi mencakup pembangunan pabrik baru dan peningkatan kapasitas produksi, serta pemanfaatan ekosistem bisnis Danantara Asset Management. BUMN lain yang menghadapi tantangan akan direstrukturisasi secara individual agar strategi bisnis lebih fokus.
Dahana juga sukses menembus pasar internasional dengan ekspor perdana ke Australia, mengirimkan 18.000 ton Amonium Nitrat, bahan baku peledak untuk industri pertambangan. Total ekspor mencapai 180.000 unit bahan baku peledak, dilakukan dari Dermaga Terminal Khusus Pelabuhan Tursina, Bontang, pada April 2026. Ekspor ini dipandang sebagai simbol keberhasilan industri nasional dalam memenuhi standar global.
Bagikan
Berita terkait
BUMN Tak Boleh Borong Proyek, Swasta Wajib Diajak
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 12.08
Prabowo Siapkan Bursa Mineral 2027, Ekspor Komoditas Akan Lewat Satu Pintu
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 23.44
Airlangga Bocorkan Format Anggaran dan Susunan Direksi PT DSI
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 15.45
Alasan Geo Dipa Batal Ditarik ke Danantara
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 07.54