Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok Hampir 6%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Rabu (19/8/2026), diprakudatkan oleh lonjakan imbal hasil obligasi jangka panjang di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain. Di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 5,89% dan Kosdaq turun 3,62%. Di Jepang, Nikkei 225 dan Topix masing-masing melemah 1,04% dan 1,01%. Sementara itu, bursa Australia (S&P/ASX 200) juga melemah 0,50%.
Tekanan pasar terutama mempengaruhi sektor teknologi akibat kenaikan yield obligasi jangka panjang yang meningkatkan biaya pendanaan dan menurunkan daya tarik valuasi saham. Yield US Treasury 30 tahun mencapai level tertinggi dalam 19 tahun, sementara yield Jepang dan Jerman juga mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade.
Meski kondisi ini menimbulkan tekanan, investor masih yakin bahwa pertumbuhan ekonomi dan kinerja laba perusahaan yang kuat dapat menopang pasar saham. Perhatian kini tertuju pada risios FOMC dan laporan keuangan perusahaan ritel AS seperti Target, TJX, dan Lowe's yang akan dirilis pada Rabu.
Bagikan
Berita terkait
Asing Net Buy Rp343 Miliar di Sesi I, Terciduk Kompak Serok BBRI
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 13.40
Bursa Asia Dibuka Variatif, Nikkei-Kospi Koreksi
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 08.40
Saham Chip Rontok, Kospi Ambles 10% Lagi
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 12.30
IHSG Hari Ini 19 Agustus 2026: Dibuka Melemah ke 6.408
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 09.47