Ikuti Wall Street, Bursa Asia Kompak Ambruk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar saham Asia-Pasifik terbuka melemah pada Rabu (2/9/2026), mengikuti tren penurunan Wall Street yang dipengaruhi oleh kekhawatiran atas kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi. Nikkei 225 Jepang turun 1,6%, Kospi Korea Selatan jatuh 2,87%, sementipakan S&P/ASX 200 Australia melemah 1,09%. Wall Street baru saja mengalami tiga sesi negatif berturut-turut, dengan Dow Jones turun lebih dari 400 poin dan Nasdaq merosot sekitar 1%. Harga minyak WTI naik di atas US$90 per barel, mencapai level tertinggi sejak akhir Juli, sementara imbal hasil obligasi AS 10 tahun mencapai tertinggi sejak awal 2025. Ketegangan militer antara AS dan Iran juga menambah ketidakpastian pasar. Para ahli khawatir kenaikan imbal hasil obligasi dapat menekan valuasi saham secara global, mirip dengan krisis keuangan Asia pada 1997. Investor kini menantikan data penggajian swasta ADP Agustus serta laporan keuangan dari perusahaan teknologi seperti Hewlett Packard Enterprise, Snowflake, dan Broadcom.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 September 2026 pukul 05.59
Wall Street Melemah di Tengah Lonjakan Harga Minyak Mentah
Berita terkait
Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok Hampir 6%
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.45
IHSG Dibuka Naik 0,4%, Uji Level 6.600 hari Ini
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 09.02
Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Data Penting Ekonomi China dan AS
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 08.42
Wall Street Melemah, Investor Cermati Nvidia dan Data Inflasi AS
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 06.42