Bursa Asia Variatif, Investor Cermati Imbal Hasil US Treasury
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Rabu (7/10/2026), berbanding terbalik dengan Wall Street seiring perkembangan imbal hasil obligasi AS. Indeks Nikkei 225 Jepang cenderung datar, Kospi Korea Selatan turun 0,57%, dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,13%.
Di pasar obligasi, yield Treasury AS mengambil jeda dari tren kenaikan sejak akhir Februari, bertepatan dengan dimulainya konflik militer AS dan Israel terhadap Iran. Yield 10 tahun berada di level 5,286% setelah mencapai tertinggi sejak April 2002, sementara yield 30 tahun di kisaran 5,661% dan yield 2 tahun turun ke 4,798%.
Investor Ray Dalio memperingatkan penurunan permintaan asing terhadap surat utang AS, terutama China yang tidak ingin menambah kepemilikiannya. Konflik geopolitik antara debitur dan kreditur menjadi perhatian pasar. Di sisi lain, harga energi relatif stabil dengan WTI dan Brent naik kurang dari 1%. Pasar juga menantikan risalah pertemuan terakhir Federal Reserve pada September yang akan dirilis, yang diharapkan memberikan gambaran kebijakan moneter AS.
Bagikan
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Naik Gila-gilaan: China Bekukan Ekspor BBM, Pasukan AS Bergerak
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 08.31
AS Yakin China Belum Akan Invasi Taiwan Sebelum 2028
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 18.00
Pengamat: China Jadikan Perang Saudara Myanmar Laboratorium Uji Coba Senjata
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 09.49
NASA Khawatir China Halangi Misi ke Kutub Selatan Bulan
Detik.com · 28 September 2026 pukul 10.29