Bursa Calon Gubernur BI, Ekonom Sebut Figur Internal Terbaik Jaga Pasar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307888/original/048519000_1785119977-Mensesneg_Praseyo_Hadi-27_Juli_2026d.jpg)
Bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI) mulai menjadi perhatian publik. Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai figur internal BI adalah pilihan terbaik untuk menjaga kesinambungan kebijakan moneter dan kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut Dewan Gubernur BI saat ini memiliki kapasitas memadai sehingga transisi kepemimpinan tidak mengganggu arah kebijakan. Meski demikian, peluang figur dari luar tetap terbuka jika memiliki rekam jejak kuat di bidang moneter dan mampu menjaga independensi BI.
Yusuf menyebut beberapa nama internal yang layak, seperti Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, Deputi Gubernur Aida S. Budiman, dan Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta. Dari luar struktur aktif BI, Mirza Adityaswara dan Dody Budi Waluyo juga dinilai memiliki pengalaman panjang. Ia menekankan proses pemilihan harus berbasis merit dan menjaga independensi BI. Pergantian gubernur tidak memerlukan perombakan besar pada susunan Dewan Gubernur, cukup mengisi posisi kosong jika gubernur baru berasal dari internal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 18.12
Cari Bos Baru BI, Ekonom Ungkap Kriteria Utama yang Harus Dimiliki Calon Pimpinan Bank Sentral
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 19.18
Pesan Bos BCA buat Calon Gubernur Bank Indonesia
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 10.10
Ini Harapan Para Bankir Kepada Sosok Gubernur BI Baru
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 07.50
Menebak Arah Kebijakan Bank Indonesia setelah Perry Warjiyo Mundur
Berita terkait
BI Rate Diproyeksi Tetap 5,75 Persen di Tengah Tekanan Rupiah dan Global
kumparan · 23 September 2026 pukul 10.48
Hong Kong Ikuti The Fed, Suku Bunga Naik Jadi 4,25 Persen
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 16.05
Pergerakan rupiah Kamis dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter AS
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 11.12
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.645 per USD
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 09.22