Menebak Arah Kebijakan Bank Indonesia setelah Perry Warjiyo Mundur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur Bank Indonesia karena alasan pribadi, diterima Presiden Prabowo pada 26 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti otomatis menjadi pejabat sementara. Analis menilai arah kebijakan moneter tidak akan berubah drastis karena BI bekerja berdasarkan kerangka kebijakan mapan seperti inflation targeting dan stabilisasi nilai tukar. Namun, gaya dan tingkat agresivitas gubernur baru dalam merespons tekanan bisa berbeda. Kebijakan yang perlu dipertahankan meliputi bauran kebijakan (suku bunga, intervensi valas, makroprudensial), pendalaman pasar keuangan, dan koordinasi dengan pemerintah. Tantangan gubernur baru: memperkuat kredibilitas rupiah, memperbaiki transmisi suku bunga ke sektor riil, serta menjaga keseimbangan stabilitas dan pertumbuhan. Independensi BI dan keputusan berbasis data menjadi perhatian pasar untuk menghindari tekanan politik jangka pendek.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 18.12
Cari Bos Baru BI, Ekonom Ungkap Kriteria Utama yang Harus Dimiliki Calon Pimpinan Bank Sentral
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 09.52
Ekonom UGM Ungkap Syarat Lain Calon Gubernur BI Baru
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 08.13
Strategi Bank Indonesia Jaga Kestabilan Rupiah
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 21.28
Pesan Bos BCA Buat Calon Gubernur Bank Indonesia
Berita terkait
Sah Jadi Gubernur BI, Destry Jelaskan Maksud Bagi-Bagi Tugas
Detik.com · 2 September 2026 pukul 19.00
Destry Damayanti Sah Jadi Gubernur BI, Perry Warjiyo Bilang Begini
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 17.20
Destry Jabat Gubernur BI, Perry Warjiyo Buka Suara dan Beri Pesan Ini
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 11.13
Perry Warjiyo Akhirnya Buka Suara Setelah Mundur dari Gubernur BI
kumparan · 1 September 2026 pukul 11.08