Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bursa Saham Singapura Cetak Rekor, Pertumbuhan Ekonomi dan AI Jadi Pendorong

Bursa saham Singapura mencatat penguatan signifikan sepanjang 2026, dengan Straits Times Index (STI) naik sekitar 23 persen dan menembus rekor tertinggi. Kenaikan ini melanjutkan tren positif sejak 2025, menciptakan rentetan kenaikan selama lima kuartal berturut-turut — terpanjang dalam satu dekade. Penguatan didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, terutama dari ekspor teknologi dan peningkatan produktivitas yang menjaga inflasi tetap terkendali. Analis JPMorgan menyebut kondisi ini sebagai "Goldilocks", yaitu pertumbuhan yang cukup kuat tanpa tekanan inflasi berlebihan. Ketiga bank terbesar Singapura — DBS Group Holdings, Oversea-Chinese Banking Corp. (OCBC), dan United Overseas Bank (UOB) — menjadi penggerak ututama kenaikan STI. Ketiganya masing-masing mencatat rekor tertinggi dalam beberapa bulan terakhir dan melaporkan pendapatan kuartal II yang melampaui perkiraan analis. Saham OCBC unggul dengan kenaikan sekitar 61 persen sepanjang 2026, menjadi saham terbaik di antara 30 saham dalam STI. Pasar saham Singapura juga semakin menarik bagi investor asing, didukung oleh penguatan dolar Singapura hampir 6 persen terhadap dolar AS dalam tiga tahun terakhir. Jupiter Asset Management meningkatkan alokasi dana ke Singapura hingga lebih dari 16 persen, jauh di atas bobot acuan sekitar 3 persen. Namun, Fidelity International mulai mengurangi eksposurnya karena valuasi STI dinilai sudah melampaui pertumbuhan pendapatan, berada di atas 16 kali proyeksi laba 12 bulan ke depan.

Berita terkait