Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meninjau Migrant Center di Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali, pada 20 Oktober 2026, untuk mendukung penyiapan lulusan kesehatan agar siap bekerja di luar negeri secara profesional dan aman. Dalam dialog dengan alumni, Mukhtarudin menekankan pentingnya pembekalan sejak sebelum keberangkatan, termasuk kompetensi, bahasa, hak dan kewajiban, serta penggunaan jalur resmi agar terhindar dari eksploitasi. Kolaborasi antara KP2MI dan Kementerian Kesehatan bertujuan menciptakan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten dan meningkatkan citra Indonesia di pasar internasional.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr. Yuli Farianti, menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan mengelola 38 Poltekkes Kemenkes di 34 provinsi, dengan lulusan yang sudah bekerja melalui kerja sama pemerintah-ke-pemerintah (G2G) dengan negara seperti Jepang, Jerman, Arab Saudi, dan Australia. Ia mendorong lulusan D3 dan D4 kesehatan untuk lebih banyak mengisi posisi sebagai perawat (nurse) sesuai kualifikasi, ketimbang pekerja kaigo yang biasanya dibutuhkan lulusan SMA/SMK. Pembekalan budaya, literasi keuangan, dan adaptasi lingkungan kerja juga menjadi fokus agar lulusan siap menghadapi tantangan di luar negeri.

Kementerian Kesehatan berencana memusatkan Migrant Center di Jakarta untuk mengelola data lulusan secara terintegrasi dan menghubungkannya dengan data KP2MI. Sistem ini diharapkan mempermudah pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan di tiap negara serta penyelarasan target penyiapan SDM. Kolaborasi dengan KP2MI dan PKS di masing-masing Poltekkes diharapkan menyatukan pendidikan, kompetensi, informasi pasar, penempatan, dan pelindungan dalam satu ekosistem yang koheren.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait