BYAN Tepis Sahamnya Diborong Haji Isam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perusahaan milik konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam) dari Jhonlin Group dikabarkan akan mengakuisisi sekitar 62,2% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Namun, manajemen BYAN melalui Corporate Secretary Jenny Quantero menyatakan tidak memiliki informasi resmi terkait rencana akuisisi ini. Pemegang saham pengendali BYAN membuka peluang investasi dari waktu ke waktu, tetapi tidak ada detail mengenai pihak terlibat, struktur transaksi, atau nilai akuisisi yang tersedia. Kabar ini dinilai tidak berdampak material pada operasional dan kinerja keuangan BYAN, serta tidak ada informasi material yang belum diungkapkan. BYAN juga menegaskan komitmennya terhadap ketentuan pasar modal dan pengungkapan informasi yang wajib.
Sementara itu, saham BYAN melemah 9,41% di harga Rp 15.650 per saham pada penutupan perdagangan Rabu (19/8/2026), dengan volume perdagangan mencapai 4,28 juta lembar dan nilai transaksi sebesar Rp 69,56 miliar. Reaksi pasar ini didorong oleh ketidakpastian terkait kabar akuisisi yang belum terkonfirmasi.
Manajemen BYAN menekankan tidak memiliki konfirmasi atas rencana pengambilalihan saham atau nilai transaksinya. Investor dan pasar diharapkan menunggu pengumuman resmi jika memang ada keputusan akhir terkait aksi korporasi ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 15.29
Rumor Akuisisi 62 Persen BYAN Jadi Ujian Keterbukaan Pasar Modal
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 11.28
Saham-saham Milik Haji Isam Kompak Terbang Tinggi di Tengah Rumor Akuisisi BYAN
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 10.03
IHSG Hari Ini 21 Agustus 2026 Dibuka Menguat ke Level 6.524
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 09.35
IHSG Menguat ke Level 6.524, Disokong oleh 307 Saham
Berita terkait
Usai Transaksi Bayan, BEI Kaji Batasan Harga di Pasar Negosiasi
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.03
IHSG Dibuka Naik 0,76%, Ditopang BYAN dan Saham Haji Isam
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 09.03
Tiba-Tiba IHSG Lompat 1%, Ternyata Gara-Gara Ini
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.02
Catat! Ini 10 Emitem Paling Jor-Joran Kasih Imbal Hasil Tertinggi
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 13.30