Cara Hindari Arisan Bodong, Apa Tanda-tandanya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arisan bodong adalah skema penipuan yang mengatasnamakan arisan dengan menawarkan keuntungan tidak realistis, seperti dua hingga tiga kali lipat dari uang yang disetorkan dalam waktu singkat. Menurut perencana keuangan Andi Nugroho dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), tanda bahaya utama adalah janji keuntungan besar yang tidak masuk akal serta admin yang tidak mampu menjelaskan mekanisme dengan jelas. Sementara Oneshildt Budi Rahardjo menambahkan, pengelola yang agresif mencari anggota baru dari berbagai kalangan, terutama yang tidak dikenal, juga merupakan indikator mencurigakan.
Budi menjelaskan bahwa arisan bodong seringkali menyamar sebagai skema ponzi atau investasi bodong. Dalam arisan tradisional, peserta biasanya sudah saling mengenal dan terbatas pada lingkaran dekat. Namun, skema ilegal ini mencari anggota secara luas dan terbuka. Tanda-tanda lain meliputi grup WhatsApp yang dikunci hanya admin yang bisa kirim pesan, admin yang menutupi identitas anggota, serta penundaan atau keterlambatan pencairan dana yang akhirnya berujung pada penghilangan.
Untuk menghindari penipuan, Andi menyarankan masyarakat lebih memilih arisan yang pesertanya sudah dikenal dan melakukan verifikasi terlebih dahulu. Calon peserta juga perlu memastikan admin dapat menjelaskan skema secara transparan dan logis. Budi menekankan pentingnya tidak tergiur dengan iming-iming hadiah besar, bahkan jika ditawarkan oleh orang terdekat. Rendahnya literasi keuangan dan keinginan hasil instan membuat masyarakat rentan menjadi korban, sehingga edukasi penting untuk mencegah penyebaran skema serupa di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Gelar Akad Massal 10 Ribu Unit Pembiayaan, BSN Pacu Literasi & Inklusi Keuangan Syariah
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 14.11
AAJI Dorong Generasi Muda Bangun Aset & Siapkan Masa Depan Finansial Sejak Dini
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 14.05
Modus Penipuan Keuangan:Trik Psikologi Bahasa di Balik Jebakan Digital Masa Kini
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 13.00
Gaet Investor Muda, BNI Sekuritas Dorong Literasi Pasar Modal di WondrX 2026
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 12.22