Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Catat! Ini Rekayasa Lalu Lintas Imbas Proyek Stasiun MRT Glodok dan Kota

PT MRT Jakarta (Perseroda) akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di area pembangunan MRT Jakarta Fase 2A CP203 mulai Agustus 2026. Proyek ini mencakup pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok dan Kota, terowongan sepanjang sekitar 690 meter, dan jalur sepanjang 1,4 kilometer dari Mangga Besar hingga Kota. Rekayasa lalu lintas telah berjalan bertahap sejak April 2021 dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta Ditlantas Polda Metro Jaya.

Rekayasa Tahap 4 untuk pembangunan entrance stasiun terdiri dari tiga subtahap. Tahap 4.1 (10 Agustus–9 September 2026) mengalihkan arus dua arah dari Jalan Gajah Mada ke Jalan Hayam Wuruk dengan sistem contra flow, menyisakan satu lajur utara di Jalan Gajah Mada dan lajur khusus kendaraan kecil untuk warga Jalan Kemurnian IV dan VI. Tahap 4.2 (10 September–9 Oktober 2026) menutup akses langsung Jalan Kemurnian VI ke Jalan Gajah Mada, menyisakan satu lajur di depan gate utara Hotel Novotel. Tahap 4.3 (10 Oktober 2026–17 Mei 2027) membuka kembali akses Jalan Kemurnian VI namun menutup akses gate utara Novotel.

Rekayasa Tahap 8 (10 Agustus 2026–15 Januari 2027) untuk koridor bawah tanah penghubung Stasiun Kota mengatur lalu lintas di Jalan Pintu Besar Selatan dan Simpang Asemka. Di Jalan Pintu Besar Selatan, arus selatan-utara menggunakan sisi barat, utara-selatan masuk sisi barat lalu dialihkan ke sisi timur, dengan satu lajur khusus TransJakarta dan warga. Di Simpang Asemka, bagian tengah diokupansi konstruksi, arus utara-selatan dialihkan lewat sisi barat, Jalan Asemka menyempit jadi dua lajur per arah, dan Jalan Jembatan Batu tetap tiga lajur per arah.

Berita terkait