Cegah Sampah Kemasan Berakhir di Laut, SIG Perluas Recycle for Good ke 4 Wilayah Baru di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

SIG memperluas program Recycle for Good ke empat wilayah baru di Indonesia, yaitu Surabaya, Malang, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali, untuk mencegah sampah kemasan berakhir di laut. Program ini merupakan bagian dari proyek regional Recycle for Good – Prevent Marine Litter yang didanai oleh pemerintah Jerman dan dilaksanakan bersama Plastic Bank, Wuppertal Institute, dan Decision Context. Proyek ini berjalan hingga Desember 2028 dengan target mencegah setidaknya 10.000 ton limbah kemasan masuk ke laut dan melibatkan 100.000 rumah tangga di tiga negara, termasuk Indonesia, Thailand, dan Filipina.
Program ini tidak hanya fokus pada pemilahan dan pengumpulan, tetapi juga menghubungkannya dengan sistem pengolahan dan daur ulang. SIG juga memperkuat infrastruktur dengan bekerja sama dengan Eco-Paper untuk meningkatkan peralatan pulping, sehingga karton minuman bekas dapat diproses lebih efektif. Kolaborasi ini bertujuan memperluas akses daur ulang dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari.
Hingga kini, inisiatif ini telah dilaksanakan di 389 lokasi di Jakarta, Jawa Barat, Surabaya, Malang, NTB, dan Bali, melibatkan sekolah, komunitas, kafe, pelaku usaha, dan pengumpul sampah. Program ini juga mendukung penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) dan ekonomi sirkular di Indonesia, sekaliggga mengurangi pencemaran laut dan memperkuat partisipasi masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 06.48
Cegah Sampah Laut, SIG Perluas Program Daur Ulang ke Sejumlah Daerah
Berita terkait
Cegah Sampah Laut, SIG dan Mitra Perluas Recycle for Good di Indonesia
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 20.00
Garudafood Gunakan 1,2 Ton MLP Daur Ulang untuk Sekolah
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 21.30
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bangunan Rendah Emisi di Green Building Festival 2026
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 11.05
SIG Pangkas Emisi Semen hingga 38%, Bahan Bangunan Hijau Makin Digenjot
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 20.10