Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Cegah Tragedi Berulang, Pengusaha Kapal Minta Pelabuhan Steril dan Bebas ODOL

Maraknya kecelakaan kapal yang terulang memicu desakan pembenahan sektor keselamatan pelayaran nasional. DPP Gapasdap meminta pemerintah memperkuat peran pelabuhan sebagai garda terdepan keselamatan dengan memperketat pemeriksaan muatan dan kesiapan teknis kapal sebelum berlayar. Setiap kendaraan dan muatan wajib melalui penimbangan, pengukuran dimensi, pemeriksaan dokumen, dan identifikasi barang berbahaya. Area tunggu pelabuhan harus dikelola secara steril dengan pengendalian akses ketat agi kendaraan tidak lolos pemeriksaan tidak masuk ke jalur pemuatan.

Ketua Umum DPP Gapasdap, Khoiri Soetomo, menegaskan bahwa pembenahan keselamatan pelayaran membutuhkan keterlibatan lintas pihak, termasuk regulator, operator kapal, pengelola pelabuhan, pemilik barang, dan pengusaha angkutan. Gapasdap mendukung penertiban kendaraan ODOL dan penegakan hukum yang dipercepat tanpa menunggu target nasional Zero ODOL pada Januari 2027. Masa transisi tidak boleh menjadi alasan untuk memuat kendaraan berisiko tinggi karena risiko terhadap jiwa manusia harus segera dikendalikan.

Pemilik barang juga diwajibkan menerapkan cargo declaration secara benar dan jujur. Awak kapal harus mengetahui secara terperinci jenis barang yang diangkut, terutama bahan berbahaya yang mengikuti International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code. Pelabuhan diharapkan menyediakan zona steril bagi kendaraan yang lulus pemeriksaan untuk mencegah penambahan atau perubahan muatan ilegal. Operator kapal juga diminta memberikan waktu yang memadai untuk proses pengikatan, pemeriksaan stabilitas, dan pemeriksaan akhir sebelum kapal berangkat. Gapasdap mengajak pemerintah menyusun rencana aksi bersama dengan tenggat waktu, pembagian wewenang, dan evaluasi berkala.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait