CEO QatarEnergy Bantah Pernyataan Menkeu AS soal Selat Hormuz 'akan Dilupakan'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CEO QatarEnergy, Saad Al-Kaabi, membantah klaim Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menyebut Selat Hormuz akan kehilangan nilai strategisnya dalam dua tahun. Al-Kaabi menegaskan bahwa selat tersebut tetap menjadi jalur utama perdagangan global, khususnya minyak dan gas, sehingga tidak mungkin menjadi usang.
Berbeda dengan Arab Saudi dan UEA yang membangun infrastruktur alternatif seperti pelabuhan Laut Merah dan strategi "Zero Hormuz", Qatar memilih tetap menggunakan Selat Hormuz berdasarkan pertimbangan komersial dan teknis. Menteri Perdagangan Qatar, Sheikh Faisal Al-Thani, menambahkan bahwa relevansi jalur laut tetap tinggi karena 90% pengiriman barang dunia dilakukan melalui laut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 20.30
Harga Bensin di Eropa Tembus Rekor Tertinggi, Inflasi Meledak!
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 15.31
Ini Bukti Kinerja Pertamina di antara Perusahaan Tanah Air
SINDOnews · 20 September 2026 pukul 01.10
Rusia dan Sekutunya Jadi Target Sanksi AS, Siapa yang Terdampak?
Detik.com · 19 September 2026 pukul 15.31
Prabowo: RI Harus Swasembada Pangan-Energi, Tidak Boleh Bergantung Bangsa Lain
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Menguat Usai AS Ancam Isolasi Ekonomi Iran
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.30
Trump-Xi akan Bertemu, China Berpotensi Borong Gas AS Senilai Rp 106,95 T
kumparan · 21 September 2026 pukul 12.09
Prabowo: Sawit Punya 57 Produk Turunan, dari Obat hingga BBM
Warta Ekonomi · 19 September 2026 pukul 12.50
Bahlil soal Impor Minyak Asing: Cari Lebih Murah dan Tak Bebani APBN
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 07.59