Cerita Elmin Damanik, Membangun Bisnis Sambil Melestarikan Kain Hiou Simalungun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331172/original/000459200_1787498492-Elmin_Roizer_Damanik.jpg)
Elmin Roizer Damanik (56), mantan guru dan notaris, memulai usaha kain budaya Sumatera Utara setelah memutuskan berhenti bekerja untuk menjaga anak. Awalnya ia menenun dan menjual kain ulos sejak 2000, namun mengalami kesulitan akibat kenaikan harga bahan baku pada 2005. Pada 2007, ia beralih ke kain hiou, kain tradisional Suku Simalungun yang hampir punah di pasar. Elmin belajar membuat kain hiou dari para tetua Simalungun dan buku-buku budaya, termasuk mempelajari filosofi motif seperti udan-udan (hujan), hati rongga (kesetiaan), dan tapak satur (keteraturan). Usaha kainnya, bernama Bah Pison (bermakna 'sungai yang memberkati'), didukung oleh 12 karyawan tetap dan warga sekitar.
Bagikan
Berita terkait
Rupiah menguat dipengaruhi harga minyak global yang menjinak
ANTARA News · 24 Agustus 2026 pukul 09.51
Harga Bergerak Ugal-ugalan, BEI Gembok Perdagangan 3 Emiten Ini
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 09.50
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.698 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 09.35
Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Korek Api hingga Jeriken BBM Disita
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 09.32