Cerita Perawat Punya Usaha Sampingan Beromzet Rp 22 Miliar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317360/original/069989200_1786009901-Ilustrasi_menjahit-UnsplashAshley_Diane.jpg)
Mike O’Dell (50), seorang perawat anestesi di Oklahoma, meraup pendapatan US$1,25 juta (Rp22,3 miliar) dari bisnis sampingannya, Legit Kits, pada 2024. Bisnis ini, yang bergerak di bidang alat quilting, diluncurkan pada 2020 setelah O’dell membuatkan selimut Star Wars untuk putranya. Meski hanya menghabiskan satu hari seminggu untuk mengelola bisnis, Legit Kits berhasil merekrut tujuh karyawan tetap dan empat desainer freelance. Pendapatan tahunannya dari pekerjaan tetap sebesar US$240.000 (Rp4,2 miliar) memberikan keamanan finansial bagi bisnisnya.
Legit Kits berhasil mencapai titik impas pada 2023 dan mulai menghasilkan laba pada 2024 setelah pindah ke gudang baru berukuran 418 meter persegi. Untuk meningkatkan pasar, O’Dell meluncurkan produk versi mini dengan harga US$99 (Rp1,7 juta) yang ditujukan bagi penggemar quilting pemula. Namun, kebijakan tarif impor dari pemerintah AS yang diterapkan pada kain dari Indonesia dan Vietnam menimbulkan ketidakpastian biaya operasional. O’Dell menilai bisnisnya tidak akan bangkrut meski tarif tetap diterapkan, namun tidak dapat langsung merekrut karyawan baru hingga dampaknya jelas.
O’Dell memperkirakan butuh lima tahun agar pendapatan Legit Kits melebihi penghasilan pekerjaan tetapnya. Ia juga ingin pendapatan bisnis mencapai delapan digit agar anak-anaknya bisa kuliah. Rasa lelah dari pekerjaan di rumah sakit justru memberinya motivasi untuk mengembangkan bisnis sampingan yang memberikan fleksibilitas dan kontrol atas jadwalnya.
Bagikan
Berita terkait
Presiden Kolombia Minta Trump Tangguhkan Tarif Impor Usai Gempa Dahsyat
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 08.18
AS Tuduh 40 Negara Bantu China Akali Tarif Impor Trump
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 04.45
Trump Berlakukan Tarif Drone dan Komponennya Atasi Ancaman Keamanan AS
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 02.02
Indonesia Kena Tarif Kerja Paksa 10% dari Amerika Serikat
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.15