China-AS Makin Akur, Uang Keluarga Super Kaya Mulai Berbelok ke Tiongkok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3596916/original/034110900_1633708611-Ilustrasi_Miliarder_atau_Orang_Terkaya_2.jpg)
Keluarga super kaya di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) kini melihat China sebagai lokasi investasi paling menarik. Berdasarkan Global Family Office Report dari Citigroup, 29% responden EMEA berencana meningkatkan eksposur di China, didorong oleh meredanya ketegangan antara China dan Amerika Serikat. Kekhawatiran terhadap konflik AS-China turun drastis dari 43% pada 2025 menjadi 22% tahun ini.
China dianggap sebagai sarana lindung nilai terhadap aset dolar AS dan menawarkan peluang besar di sektor teknologi. Meskipun kinerja saham di Hong Kong dan China daratan cenderung rendah, perdagangan China dengan Uni Eropa dan Afrika tumbuh kuat, masing-masing naik 12,4% dan 23,3%. Secara global, inflasi (63%) dan stabilitas sistem keuangan (38%) kini menjadi kekhawatiran utama investor dibandingkan sengketa perdagangan.
Bagikan
Berita terkait
Harga Emas Dunia Diprediksi Sentuh US$ 5.000, Logam Mulia Tembus Rp 3 Juta
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 19.00
Luhut ke China Bertemu Menlu Wang Yi Bahas Kelanjutan Whoosh dan Mobil Listrik
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 16.03
China Mau Tambah Investasi di RI, Nilai Komitmen Tembus Rp88,1 T
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 09.45
AS Sanksi Bank Rusia karena Bantu Iran, China Ikut Terancam
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 13.16