Harga Emas Dunia Diprediksi Sentuh US$ 5.000, Logam Mulia Tembus Rp 3 Juta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352148/original/064037100_1610959707-20210118-Emas-Antam-2.jpg)
Harga emas dunia diprediksi mencapai US$ 5.000 per troy ons pada Kuartal IV 2026, yang berpotensi mendorong harga emas domestik hingga di atas Rp 3.000.000 per gram. Saat ini, harga dunia berada di kisaran US$ 4.700 hingga US$ 4.800. Kenaikan ini dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, kebijakan moneter The Fed, dinamika politik AS, serta aksi borong emas oleh bank sentral global seperti China dan India sebagai lindung nilai.
Analis menilai emas tetap menjadi aset aman (safe haven) akibat menurunnya kepercayaan terhadap mata uang fiat, terutama Dolar AS. Meskipun harga minyak yang tinggi sempat memberi tekanan singkat, prospek jangka panjang emas dinilai tetap solid. Para ahli menyarankan masyarakat untuk mulai berinvestasi secara bertahap melalui bullion bank resmi guna mengamankan portofolio investasi jangka panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 20 September 2026 pukul 15.00
Gejolak Geopolitik Timur Tengah Bayangi Pasar, Harga Emas Diprediksi Makin Berkilau
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 20.15
Antisipasi Krisis, Bank Sentral Ini Pindahkan 86 Ton Emas dari AS
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 15.00
Pekan Depan, Harga Logam Mulia Diproyeksi Tembus hingga Rp2,82 Juta per Gram
SINDOnews · 20 September 2026 pukul 07.41
Raksasa Wall Street Menyerah Tak Lagi Sanggup Prediksi Harga Minyak, Ekonomi Dunia Diambang Bahaya?
Berita terkait
6 Alasan Negara-negara Eropa Pindahkan Cadangan Emas dari AS dan Kanada
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 15.25
Bank Sentral Belanda Pindahkan 86 Ton Emas dari AS ke Inggris, Ada Apa?
Detik.com · 3 September 2026 pukul 08.30
Harga Emas Bakal Tembus Rp3 Juta Lagi? Ini Kata Pegadaian
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 11.50
Harga Emas Dunia Diramal Tembus USD5.000, Logam Mulia Menuju Rp2,82 Juta per Gram
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 15.08