China-Rusia Incar Proyek Kereta Kalimantan, Jalusnya Bisa ke IKN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan investor dari China dan Rusia menunjukkan minat untuk membangun jaringan kereta di Pulau Kalimantan, yang dikenal sebagai Trans Kalimantan Railway. Pemerintah masih menyusun rute atau trase jaringan kereta bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan belum dapat memberikan kepastian mengenai nilai investasi yang dibutuhkan. Dudy membuka peluang agar jalur kereta di Kalimantan dapat terhubung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), namun hal ini masih dalam tahap perencanaan. Pemerintah juga terbuka untuk kerja sama dengan negara lain yang tertarik mengembangkan jaringan kereta ini.
Untuk proyek Trans Sumatera Railway, hanya PT KAI (Persero) yang telah menyampaikan minatnya. KAI akan fokus mengembangkan jalur yang sudah ada, terutama untuk keperluan angkutan logistik dan barang. Dudy menjelaskan bahwa sebagian jalur kereta di Sumatra sudah tersedia, sehingga pengembangan dapat dilanjutkan dari lintasan yang sudah ada.
Di samping pengembangan jaringan kereta di Kalimantan dan Sumatra, Kementerian Perhubungan juga sedang mendorong reaktivasi 2.200 km jalur kereta nonaktif. Program ini bertujuan agar jalur perkeretaapian tidak hanya melintasi kota besar, tetapi juga menjangkau kota-kota kecil sesuai arahan Presiden.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.50
Cari Investor KA Trans Kalimantan, Menhub: Rusia dan China Minat, Negara Lain Silakan Masuk
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.00
Gaet Investor China hingga Rusia, Kemenhub Tawarkan Proyek Kereta Trans Kalimantan
Berita terkait
China-Rusia Incar Proyek Kereta Kalimantan, Jalurnya Bisa ke IKN
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.53
China dan Rusia Berminat Bangun Kereta Trans Kalimantan
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.00
Starbright China Bangun Proyek Rp 1,25 T di IKN, 100 Apartemen Sudah Dipesan
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 13.35
FBI AS Diam-Diam Bangun Kerja Sama dengan China dan Rusia, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 21.20