Rusia dan China Veto Resolusi AS mengenai Sanksi terhadap Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rusia dan China pada hari Selasa memveto usulan resolusi AS di Dewan Keamatan PBB yang bertujuan memperpanjang mandat panel ahli independen yang memantau sanksi terhadap Iran selama satu tahun. Suara ini dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat terkait kebijakan Iran, mencerminkan perbedaan pendapat antara AS, Rusia, dan China soal pendekatan sanksi. Sanksi yang diberlakukan kembali pada September 2025 mencakup pembekuan aset luar negeri Iran, pembatasan transaksi senjata, dan larangan aktivitas rudal balistik, setelah Prancis, Jerman, dan Inggris mengaktifkan mekanisme 'snapback' dari perjanjian nuklir 2015. Dewan Keamatan kemudian membentuk ulang panel ahli untuk memantau pelanggaran dan memberikan rekomendasi. AS dan sekutunya menuduh Iran tidak mematuhi perjanjian nuklir, sementara Iran membantah bersengaja mengembangkan senjata nuklir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 07.10
Tok! Rusia dan China Veto Resolusi AS soal Iran di Dewan Keamanan PBB
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 17.18
Selain Minyak, Iran dan China Diduga Bahas Masalah Nuklir
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 21.30
Bisnis Nestle Dihantam Badai, Aset Disita
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 06.05
PBB Ungkap Dugaan Kejahatan Perang AS di Iran, 120 Anak Tewas
Berita terkait
Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping, BUMN China Diduga Kirim 46 Ton Material Drone ke Rusia
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 22.08
Tiba China Hadapi Dilema, Dolar AS atau Membantu Iran
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 20.55
AS Ultimatum Sekutu dan China: Dukung Isolasi Ekonomi Iran atau Hadapi Konsekuensi
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.53
DPR AS Sahkan RUU Tarif Impor Minyak Rusia, Tekan Ekonomi Moskow
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.41