Danantara Diminta Turun Tangan, Kasih Kredit ke Industri Tekstil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563925/original/023437400_1776920404-1.jpg)
Presiden Prabowo Subianto meminta Danantara turun tangan dalam penyaluran kredit ke industri tekstil dalam negeri. Bank BUMN di bawah Danantara diminta memberikan pinjaman ke perusahaan tekstil yang mengalami restrukturisasi, meskipun sebelumnya bank-bank anggota Himbara menilai sektor ini sebagai sunset industry. CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan kredit akan digunakan untuk perbaikan mesin-mesin yang sudah usang dan peningkatan daya saing produk tekstil garmen.
Selain itu, Prabowo meminta perlindungan bahan baku tekstil, termasuk review Pertek (Pertimbangan Teknis) dan penindakan barang impor ilegal seperti produk kiloan atau balpres. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahan baku berbasis kulit perlu sertifikasi halal dan pengenaan PPN terhadap PKWT dapat direlasikan untuk menunjang musim produksi. Usulan evaluasi tarif PPN juga diajukan untuk industri tekstil dan garmen berorientasi ekspor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 20.16
Rosan Ungkap Perkembangan Wacana Pembentukan BUMN Tekstil
kumparan · 22 September 2026 pukul 20.06
Danantara Buka Suara soal Rencana Pembentukan BUMN Tekstil
kumparan · 22 September 2026 pukul 19.30
Perbankan Diminta Kucurkan Pinjaman ke Industri Tekstil untuk Perbaikan Mesin
kumparan · 22 September 2026 pukul 18.43
Genjot Industri Tekstil, Danantara Siapkan Tax Holiday dan Kawasan Khusus
Berita terkait
Danantara Mau Bikin BUMN Tekstil, Bakal Terintegrasi dalam Satu Kawasan
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 21.45
BUMN Tekstil Tak Kunjung Jadi, Bos Danantara: Kita Bikin Perusahaan Baru
Detik.com · 22 September 2026 pukul 18.35
Ditanya Nasib BUMN Tekstil, Bos Danantara Bilang Sudah Ada Kesepakatan
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.35
Kredit Himbara ke BUMN Melonjak 57,79%, Swasta Masih Mendominasi
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 13.57