Danantara Kaji Penggabungan Pertagas dan PGN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528202/original/076308400_1773252177-PGN.jpeg)
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sedang mempertimbangkan penggabungan PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Kedua perusahaan akan fokus pada bisnis gas hingga ke konsumen akhir dengan struktur midstream dan downstream. Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan masih mengkaji beberapa skema aksi korporasi dan struktur holding yang terbaik berdasarkan analisis biaya dan manfaat.
PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PGN, berkembangkan penggunaan compressed natural gas (CNG) untuk mengurangi ketergantungan impor LPG. CNG memanfaatkan gas bumi domestik dan ditargetkan untuk sektor rumah tangga melalui sistem jaringan klaster serta pelanggan komersial melalui skema point-to-point.
Pengembangan CNG menjadi solusi distribusi gas ke daerah terpencil seperti Yogyakarta yang tidak memiliki sumber gas lokal. Gas dikompresi menggunakan Gas Transport Module (GTM) dan tekanan dikurangi melalui Pressure Regulating Station (PRS) sebelum disalurkan ke pelanggan. Penggunaan CNG mendukung kemandirian energi nasional serta meratakan akses gas bumi di wilayah terjauh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 22.11
Danantara kaji struktur baru Pertagas dan PGN
Berita terkait
Meger PET dan PPN, Pertamina Rampungkan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap II
kumparan · 1 September 2026 pukul 11.28
Belum Ada Jaringan Pipa, Gagas Salurkan CNG ke Pelanggan Komersial
JawaPos · 16 September 2026 pukul 23.45
Perkuat Strategi Komersial, PGN Raih Best CMO Award 2026
Detik.com · 14 September 2026 pukul 10.22
PGN Perkuat Strategi Komersial Guna Perluas Pasar dan Koneksi Gas Bumi Nasional
kumparan · 14 September 2026 pukul 10.08