Danantara Siapkan Rp44,5 Triliun untuk Garap Bisnis Daging Asia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi menandatangani kesepakatan investasi senilai US$2,5 miliar atau sekitar Rp44,5 triliun bersama produsen daging global JBS NV. Investasi ini ditujukan untuk membentuk perusahaan patungan yang berfokus menggarap pasar protein di Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Dalam skema ini, Danantara akan memegang 25% kepemilikan saham, sementara entitas baru tersebut akan memiliki ekuitas penuh atas seluruh operasional JBS di Australia dan Selandia Baru.
Suntikan modal dari Danantara disalurkan secara bertahap melalui dua fase. Tahap pertama, Danantara mengucurkan dana US$800 juta untuk mengambil alih 9,6% porsi kepemilikan saham awal. Sisa komitmen investasi akan direalisasikan secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Saat ini JBS belum memiliki satu pun fasilitas pengolahan di kawasan Asia Tenggara, sehingga kemitraan ini menjadi bagian dari ekspansi geografis perusahaan. Kerja sama strategis ini diharapkan memperkuat posisi Danantara dalam rantai pasok pangan regional sekaligus mempercepat penetrasi pasar JBS di kawasan Asia Pasifik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.38
Danantara Suntik JBS Group Rp 44,6 Triliun, Bentuk Perusahaan Patungan di Dua Negara
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 11.30
Bos Danantara Bicara soal Rencana IPO BUMN
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 10.21
RI Butuh Investasi Rp 8.705 T Tahun Depan, dari Mana Sumbernya?
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 22.46
Danantara Gandeng JBS Perkuat Investasi Sektor Protein Indonesia
Berita terkait
Simak Pandu Sjahrir Ungkap Investasi Danantara hingga Bisnis Protein Global
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 16.49
Danantara dan JBS Group Kerja Sama Kembangkan Ekosistem Protein
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 21.11
Menkeu Suahasil Andalkan Danantara, Ekonomi RI Butuh Suntikan Investasi
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.46
Danantara Turun Tangan Atasi Dana Pensiun BUMN yang Bermasalah
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 20.57