Simak Pandu Sjahrir Ungkap Investasi Danantara hingga Bisnis Protein Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Danantara Indonesia hanya menerima kurang dari 1% dari lebih dari 1.000 proposal investasi yang ditawarkan. Chief Investment Officer Pandu Sjahrir menyatakan setiap investasi harus memenuhi tiga kriteria: economic return, economic multiplier, dan penciptaan kerja berdaya saing. Danantara cenderung memilih proyek brownfield dengan cash flow stabil, sementara greenfield memerlukan kontrak jelas. Contoh investasi strategis meliputi Waste to Energy (WTE) untuk mengatasi krisis lingkungan dan kompleks kampung haji di Makkah dengan potensi cash flow untuk pengembangan selanjutnya. Danantara juga berinvestasi USD 2,5 miliar untuk 25% kepemilikan di joint venture JBS di Australia dan Selandia Baru, dengan total modal hingga USD 5 miliar untuk akuisisi di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan New Zealand. Kemitraan dengan JBS dimaksudkan untuk transfer pengetahuan, teknologi, dan know-how untuk mengukuasi ekosistem protein Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 16.15
Ekonom sambut positif rencana Danantara mengelola saham BEI
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.45
Danantara Dorong Investasi Berkualitas dan Transformasi BUMN
Berita terkait
Danantara Siapkan Rp44,5 Triliun untuk Garap Bisnis Daging Asia
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 16.00
Rosan Sudah Temui Calon Investor PFII dari Asia, Masih Incar yang Lain
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 10.00
Danantara Berhasil Buktikan Kinerja, Pesimisme Berubah Jadi Optimisme
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.06
Bisa Buktikan Kinerja, Danantara Dinilai Ubah Pesimisme Jadi Optimisme
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.04