Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Simak Pandu Sjahrir Ungkap Investasi Danantara hingga Bisnis Protein Global

Danantara Indonesia hanya menerima kurang dari 1% dari lebih dari 1.000 proposal investasi yang ditawarkan. Chief Investment Officer Pandu Sjahrir menyatakan setiap investasi harus memenuhi tiga kriteria: economic return, economic multiplier, dan penciptaan kerja berdaya saing. Danantara cenderung memilih proyek brownfield dengan cash flow stabil, sementara greenfield memerlukan kontrak jelas. Contoh investasi strategis meliputi Waste to Energy (WTE) untuk mengatasi krisis lingkungan dan kompleks kampung haji di Makkah dengan potensi cash flow untuk pengembangan selanjutnya. Danantara juga berinvestasi USD 2,5 miliar untuk 25% kepemilikan di joint venture JBS di Australia dan Selandia Baru, dengan total modal hingga USD 5 miliar untuk akuisisi di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan New Zealand. Kemitraan dengan JBS dimaksudkan untuk transfer pengetahuan, teknologi, dan know-how untuk mengukuasi ekosistem protein Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait