Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Dari Pratikno Hingga Rocky Gerung: Membaca Makna Wantimpres Prabowo Menuju 2029*

Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2 Oktober 2026. Susunan ini mencakup beragam latar belakang seperti mantan menteri, jenderal, pengusaha, ulama, akademisi, hakim konstitusi, dan aktivis kritik. Ketua Wantimpres adalah Pratikno, mantan Menteri Sekretaris Negara dan Menko PMK, didampingi Hatta Rajasa dan Muhammad Qodari. Komposisi ini menunjukkan upaya membangun ruang konsultasi yang lebih luas, menggabungkan pengalaman kekuasaan, bisnis, agama, keamanan, hukum, dan masyarakat sipil. Tujuannya adalah memberikan perspektif beragam kepada Presiden dalam menghadapi tantangan tiga tahun terakhir menuju 2029.

Keberadaan tokoh kritis seperti Rocky Gerung menjadi menarik. Ia diharapkan berperan sebagai "cermin" dari luar birokrasi, memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah. Komposisi juga mencerminkan kebutuhan pengelolaan kohesi sosial, terutama dengan representasi tokoh agama seperti Quraish Shihab, Said Aqil Siradj, dan Shinta Nuriyah Wahid. Mereka diharapkan membantu Presiden memahami respons masyarakat terhadap kebijakan negara.

Dimensi keamanan dan ekonomi juga kuat tersentuh dengan kehadiran mantan jenderal seperti Agum Gumelar dan Budi Gunawan, serta pengusaha seperti Chairul Tanjung dan Dato' Sri Tahir. Para teknokrat seperti Ignasius Jonan dan Soekarwo ditunturkan untuk mendukung eksekusi kebijakan. Kehadiran mantan hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dan pakar hukum tata negara Margarito Kamis menekankan pentingnya keabsahan hukum setiap kebijakan. Tantangan terbesar adalah mengubah 26 pengalaman berbeda menjadi sistem nasihat yang efektif, bukan sekadar mengumpulkan tokoh hebat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait