Daya Beli Melemah, Bank Danamon Yakin Kredit Bermasalah Terjaga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4568454/original/005043500_1694165723-1New.jpg)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengakui pelemahan daya beli masyarakat mulai berdampak pada kondisi ekonomi. Namun, perseroan menyatakan kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) konsolidasian bertahan di level 1,7% hingga akhir semester I-2026. Direktur Manajemen Risiko Dadi Budiana menyebut angka tersebut sangat rendah dan memberikan ruang menghadapi potensi peningkatan risiko kredit.
Untuk mengantisipasi dampak pelemahan daya beli, Danamon memperketat analisis kredit, memperkuat pemantauan debitur, dan meningkatkan upaya penagihan. Perseroan juga masih memiliki ruang dalam batas toleransi risiko jika NPL naik, namun tetap berupaya mempertahankan kualitas aset pada level sehat meski di tengah ketidakpastian ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.10
Fenomena Baru: Warga RI Rajin ke Mal, Belanja Pilih Barang Harga Murah
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 16.07
IHSG Ditutup Naik 1,56%, 500 Lebih Saham Menghijau
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 12.36
Saham Perbankan Angkat IHSG ke Zona Hijau, Naik 0,72% di Sesi I
Berita terkait
CEIC Sebut Sinyal Pelemahan Ekonomi Indonesia Menguat
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.21
Tantangan Ekonomi 2026: Transformasi Manufaktur dan Literasi Finansial Jadi Kunci Pertumbuhan
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.15
Menjaga Optimisme di Tengah Risiko Geopolitik dan Geoekonomi
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 07.15
Inflasi Bayangi Pertumbuhan EKonomi di Akhir 2026
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.09