Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Fenomena Baru: Warga RI Rajin ke Mal, Belanja Pilih Barang Harga Murah

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) melaporkan bahwa kunjungan masyarakat ke mal masih relatif stabil meski daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah, masih tertekan. Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menjelaskan bahwa orang Indonesia memiliki budaya berkumpul di pusat perbelanjaan, sehingga frekuensi kunjungan tetap tinggi, termasuk pada hari libur.

Namun, tingginya kunjungan tidak berbanding lurus dengan nilai belanja. Konsumen kini lebih berhati-hati dan cenderung memilih barang berharga lebih murah atau berukuran lebih kecil. Banyak peritel merespons dengan menghadirkan kemasan yang lebih kecil agar produk tetap terjangkau. Konsumsi rumah tangga secara nominal masih tumbuh, tetapi jumlah barang yang diperoleh masyarakat semakin sedikit akibat kenaikan harga.

Tantangan utama mal saat ini bukan sepinya pengunjung, melainkan meningkatnya biaya operasional seperti biaya energi yang tidak diimbangi kenaikan pendapatan. Pengelola mal juga tidak dapat menaikkan tarif sewa secara signifikan karena penjualan peritel belum optimal. Tingkat okupansi nasional masih terjaga di kisaran 85%-90%, dengan okupansi tertinggi pada mal segmen menengah atas. APPBI tetap optimistis industri pusat perbelanjaan akan mencatat pertumbuhan hingga akhir tahun, meski tidak signifikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait